Selasa, 14 Juni 2016

Skenario Allah

Skenario ALLAH
 Yang Paling Indah
Add caption

          Tik...tik...tik rintik air hujan membasahi jendela kamar atas Pelangi, Pelangi Reyn Kelana. Sambil mendengarkan gemercik air di balik jendela kamar, gadis 14 tahun yang berambut hitam panjang dan berkulit sawo matang menatap lekat posenya dalam photo berukuran poster itu, dia menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Suara riang yang ceria. Dugaanya tak salah. Penpal alias sahabat penanya TyaraP maksudnya Tyara Priciladyana lebih akrab di panggil Tyara.
            “Assalamu’alaikum, pelangi..pelangi..” mengetuk pintu kamar Pelangi.
            “Wa’alaikum Salam..masuk ra?”
            “ Gimana  la dah selesai PR Bahasa Indonesia membuat cerpen?”
            “Belum nih krang beberapa.. kamu udah?”
            “Udah dong..Tyara gitu?”
            “Hmmm..sombongnya, temanya apa dan isinya tentang apa?”
“ Temanya “Penulis Hebat” isinya tentang penulis cerpen yang selalu berusaha untuk menerbitkan cerpenya namun selalu gagal, hingga endingnya 60 tahun lamanya cerpen yang di buat berhasil dan mendapat awards atas karya cerpen terbaiknya maka aku kasih tema Penulis Hebat.”
Subhanallah...It’s good ra..!”
“ Iya donk Tyara?”
“Terinspirasi dari mana kamu buat cerpen itu ra?”
“Udah kaya detektif aja kamu la ... yya aku mikir sendiri dong? Inspirasi dari Lagu Lelaki Terhebat..He.he”
“He..he ..he.. apa maksudnya Lelaki Terhebat sama Penulis Hebat?
“Ya kamu tahulah aku hobi nyanyi, jadi inspirasi ku pasti dari lyric lagu”
“Ya ya ya.. Harapan utama kamu apa dong?”
“Sudah pasti sekolah di University of Birmingham dan aku ingin lihat Royal College of Music disana? Seperti anaknya Erwin Gutawa itu.”
“Hmm.. sukses deh buat harapanmu.”
“Amin.. terima kasih”
            Senja sore memeluk erat tubuh  seakan membelenggu di kala sayuk adzan berkumandang. Bagi gadis 14 tahun, sampai saat ini dia merasa belum mampu membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya dengan prestasi, yang sering hanya malas-malasan dan ia mengatakan “mulai detik ini dan hari ini minimal lebih baik dari hari kemarin, ia bertekad untuk mewujudkan apa yang dia harapkan untuk membaggakan orang tua tentunya merantas hidup yang lebih baik.”  Dia memang sudah lama memendam impiannya untuk jadi Penulis Cerita/Novel yang hebat. Dia berfikir menjadi penulis hebat bisa di kenal banyak orang dari hasil karyanya. Jika nanti suatu saat impianya tercapai. Ia ingin menjadi penulis hebat yang terkenal dan jika karyanya di hargai oleh banyak orang otomatis membaggakan pada dirinya dan orang tuanya. Baginya, seorang penulis di pandangnya sebagai sosok yang cerdas dan berwawasan luas. Banyak saran dari sahabat dan orang tuanya di antaranya: Ibunya selalu mengatakan setiap selesai shalat“semua tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan berdo’a insyaallah atas kehendak ALLAH semua akan tercapai itulah kunci kebehasilan karena semua milik ALLAH dan atas izin ALLAH.” Tyara sahabatnya juga sudah sering mengatakan “Bagus kalo kamu punya impian menjadi seorang penulis yang hebat tapi, ada satu hal yang harus di ingat selalu semangat dan terus belajar sungguh-sungguh ngak cuma yang di pikirin cowok dan cowok, ingat cowok adalak momok bagi impian kita. Aku yaki kamu pasti bisa!”
            Memang benar kata ibu dan sahabatnya, kunci kesuksesan selalu berusaha dan berdo’a.  Namun untuk saat ini pikiranya tidak bisa lepas dari cowok yang sekarang dekat dengan dia. Dia pun sadar bahwa cowok 60% jadi beban dan pikiran 40% motivasi dan penyemangat.
*   *   *
            Kring ..kring itu sudah pasti bunyi bel sepeda my penpal Tyara yang setiap hari memberi semangat mentari untuk berangkat sekolah untuk belajar menggapai prestasi. Kami belajar dengan penuh semangat di kelas IX-D. Akhirnya bel berbunyi tanda pulang sekolah. Seusai pulang sekolah Tyara langsung menuju kerumahku untuk mengerjakan tugas diskusi.
            “Huh..capeknya?” keluh Tyara
            “Mmm ..iya.” sahut Pelangi
“La, esok kalo udah gede kamu ingin jadi apa?”
“Mmm..perasaan kamu sudah sering menanyakan ini kepadaku?” Heran
“Iya, memang...tapi kamu selalu jawab dengan candaan engak serius.”
“Ok..ok.. aku serius sekarang. Aku ingin jadi segalanya terutama jadi penulis hebat dan smart, karna diam-diam terinspirasi oleh guru favorit di sekolah dia smart, banyak cerita, suka membaca, pengetahuanya luas the best dech. Gak hanya dia sih favoritku tapi, banyak tokoh dalam dan luar negeri yang aku kagumi berkat karya-karya yang di hasilkan...”
“Huhh,, capek denger ceritamu la, udah 2 jam lamanya kamu ngoceh sana sini sampai kita tidak jadi diskusi hari ini.”
“Ma’af ma’af..besok pulang sekolah kita diskusi. Aku janji!”
*   *   *
            Mentari terbenam temani dalam kesendirian, temani dalam kepedihan yang memberi semangat untuk jiwa. Di dalam kamar mungilku yang sesak  akan ornamen-ornamen ngak jelas dan foto berpose di dinding kamarku. Aku merenungkan impian dan asa ku di masa depan. Di depan selembar kertas putih aku menuliskan suatu ungkapan ekspresi dengan tinta harapan bahwa aku bermimpi dan menggapainya, a little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle makna sedikit pengetahuan yang bertindak jauh lebih berharga daripada banyak pengetahuan tetapi tanpa tindakan, Sang Maskot Ilmuan Modern Albert Einstein mengatakan "Aku tidak punya bakat khusus, aku hanya orang yang penasaran.”  kata bijak Albert Einstein : sudah saatnya cita-cita kesuksesan di ganti cita-cita pengabdian, ilmu pengetahuan tanpa agama=buta, agama tanpa ilmu pengetahuan=lumpuh. Bagiku semua itu merupakan motivasi untuk meraih impian dan asa dan hasilnya adalah ketentuan ALLAH.
 *   *  *
            Malam bergulir menjadi pagi seolah sisa dinginya malam lenyap berganti hangat tersiram sinar mentari pagi. Seperti biasanya Pelangi lekas mandi kemudian berangkat sekolah bersama sahabat karibnya Tyara.Lama pelajaran, bel istirahat pun  berbunyi, Pelangi dan Tyara  segera menuju ke kantin kemudian duduk di taman dekat kantin.
“Nyam..nyam enaknya?” sahut Tyara
“Iya ra.”jawab Pelangi
“Gimana hubunganmu dengan Dino la...” tanya Tyara penasaran
“Yya begitulah, aku saat ini ngak ingin cerita tentang dia. Aku ingin fokus kelas IX ini ra, aku ingin mengejar cita dan harapanku karna perjalanan masih panjang. Lagian ini kan mau UN dan minggu depan aku mendapat tugas untuk menulis cerpen untuk lomba tingkat Provinsi jika berhasil aku lanjut ke tingkat Nasional, aku ingin lepas beban penat tentang dia.” jawab Pelangi serius
“Mmmm..baguslah kalo kamu berfikir dewasa seperti ini dan ingat jika kamu percaya pada dirimu, tidak ada yang dapat menghentikanmu untuk mencapi apa yang kamu inginkan, percaya itu?” balas Tyara
            Dino El-Rayhan adalah kekasih Pelangi dia sudah menjalin hubungan 1 tahun lamanya, sejak Dino kelas IX-D dan Pelangi kelas VIII-D. Sebenarnya cowok yang dekat dengan Pelangi tidak Dino saja antaranya Adit Prayoga, Trisna Wisnu, Kharisma Dana  dan banyak lagi. Namun, bagi Pelangi cowok yang mampu membuat hatinya lumpuh dan cowok yang smart hanyalah Dino seorang. Itulah alasan Pelangi mengapa memilih Dino daripada yang lain.
*  *  *
            Malam bergulir begitu cepat begitupun waktu. Waktu terus berputar. Setelah melewati UN bulan kemarin, hasilnya pun keluar dan Alhamdulillah Pelangi mendapat hasil yang sempurna begitupun dengan sahabatnya Tyara. Sehingga Pelangi dan Tyara di terima di sekolah favoritnya SMAN 1 Islamiyah. Mereka selalu bersama menjadi sahabat karib tak ada celah yang membatasi antara keduanya. Mereka saling mengejar impian dan asanya masing-masing dengan semangat yang semua ketentuan hanya milik ALLAH. Mereka fokus dengan itu dan tidak memikirkan yang lain termasuk cowok baginya sekarang cowok adalah teman atau sahabat tidak lebih, itulah kesepakatan yang mereka buat demi impiannya.

Karena banyak prestasi yang Pelangi raih di Tsanawiyah kelas IX dulu antaranya masuk 5 besar menulis cerpen tingkat Provinsi, Juara 3 Menulis Novel Se-Kabupaten, Juara 1 Olimpiade MIPA tingkat Provinsi dan yang membaggakan Juara 1 menulis Novel tingkat Nasional. Dia tercatat anak yang berprestasi di SMAN 1 Islamiyah dan mampu mewakili sekolahnya dalam ajang Internasional di Singapore. Atas prestasinya Pelangi cukup 2 tahun sekolah di SMAN 1 Islamiyah karena mendapat Beasiswa dan undangan untuk sekolah di salah satu America University yaitu Columbia University di New York. Maka di usianya ke 18 tahun ia mampu menyelesaikan study nya dengan gelar Sarjana. Belum puas dengan itu ia melanjutkan sekolah di University of Melbourne dan target utamanya Harvard University di  Cambrigde MA USA. Sekarang ia mampu keliling dunia berkat usaha, motivasi, semangat, asa dan tentunya dengan do’a yang di jalani dengan senyuman yang pastinya semua itu kehendak ALLAH.
            “Akulah Pelangi Reyn Kelana. Sesuai dengan namaku Kelana, aku ingin berkelana mencari ilmu dan pengetahuan mengelilingi dunia dengan banyak perbedaan yang mampu menjadi satu. Aku ingin menyalakan motivasiku dan ingin melepaskan seluruh bebanku. Aku ingin semangat baru untuk jiwaku memberi kicauan menusuk hidupku aku bertahan aku pasti bisa menikmati semua dan menghadapinya  aku yakini aku pasti bisa. Dan aku percaya Skenario ALLAH  yang paling indah dan alasan kenapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak mendefinisikannya, tak mempelajarinya, dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai (Dr Denis Waitley, Pakar motivasi dan penulis buku-buku) itulah motivasiku dan semua ini ku jalani dengan senyuman.”